Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PBB Terancam Bangkrut, Kemlu: Kita Telah Melaksanakan Kewajiban Kita
Advertisement . Scroll to see content

KSSK Lapor Kondisi Keuangan RI Tetap Terjaga di Akhir 2025  

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:17:00 WIB
KSSK Lapor Kondisi Keuangan RI Tetap Terjaga di Akhir 2025  
KSSK melaporkan kondisi ekonomi Indonesia di akhir 2025 tetap terjaga. (Foto: iNews.id/Anggie)
Advertisement . Scroll to see content

“Sementara pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat menjadi 5,4 persen,” ungkapnya. 

Guna menjaga momentum tersebut, Purbaya mengumumkan bahwa empat program stimulus tahun 2025 akan dilanjutkan pada tahun 2026, yang meliputi PPh Final 0,5 persen bagi UMKM hingga tahun 2029, PPh 21 DTP (Ditanggung Pemerintah) untuk pekerja sektor pariwisata, PPh 21 DTP untuk pekerja industri padat karya dan Diskon iuran JKK dan JKM bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).

Di tengah tekanan harga komoditas dan gejolak global, APBN menjalankan peran strategis sebagai peredam guncangan (shock absorber). Sepanjang tahun 2025, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun (95,3 persen dari APBN), sementara pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun (91,7 persen dari APBN).

Defisit anggaran hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap PDB. Dana tersebut dialokasikan untuk program pembangunan nasional yang berdampak langsung ke masyarakat.

“Realisasi belanja negara di antaranya untuk pelaksanaan program pembangunan nasional seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), pembinaan program Koperasi Desa (KUD), paket stimulus 1 sampai dengan 4 selama tahun 2025 yang bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan dunia usaha,” ujar Purbaya.

Pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencatatkan perbaikan kinerja dengan penurunan yield SBN 10 tahun ke level 6,41 persen. Angka ini turun signifikan dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang sempat berada di atas 7 persen, mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap tata kelola fiskal Indonesia.

Menghadapi tahun 2026, KSSK berkomitmen untuk terus melakukan langkah mitigasi yang terkoordinasi dan melakukan penilaian ke depan (forward looking) guna mengantisipasi dampak kebijakan tarif impor AS serta kerentanan rantai pasok global.

“KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking terhadap kondisi perekonomian dan sektor keuangan di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, sekaligus melakukan usaha mitigasi secara terkoordinasi,” pungkasnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut