KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI di Lebanon Tak Risau, Ada SOP Kondisi Darurat
“Sebetulnya itu sudah SOP-nya dalam penugasan ya. Dalam kondisi tertentu mereka ada instruksi untuk masuk ke bungker dan lain sebagainya,” katanya.
Terkait insiden yang menewaskan tiga prajurit, pihak TNI akan menelusuri lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti kronologi kejadian.
“Jadi ini makanya kita harus ada nanti saya kira pasti ada tim yang akan mencari bagaimana sih sebetulnya peristiwa tersebut,” ucapnya.
Diketahui, ketiga prajurit gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon selatan. Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon (28) meninggal dunia dalam serangan ke posisi UNIFIL di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.
Sehari kemudian, Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar (33) dan Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan (26) gugur akibat ledakan bom pinggir jalan yang menghancurkan kendaraan yang mereka tumpangi di dekat Bani Hayyan.
Jenazah ketiganya tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4/2026). Usai dilakukan upacara pelepasan dan penghormatan, ketiganya diterbangkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan.
Editor: Reza Fajri