Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemendikti Segera Koordinasi dengan Aparat Hukum soal Pemalsuan Riset, Harap Pelaku Ditindak
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Terungkapnya Dugaan Penipuan Peneliti Indonesia di Forum Ilmiah Dunia, Riset Dicurigai Palsu

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:30:00 WIB
Kronologi Terungkapnya Dugaan Penipuan Peneliti Indonesia di Forum Ilmiah Dunia, Riset Dicurigai Palsu
Dugaan pemalsuan riset menyeret sejumlah WNI dalam forum ilmiah di Denmark (foto: X/media sosial)
Advertisement . Scroll to see content

Peserta konferensi kemudian mulai menelusuri materi penelitian yang dipresentasikan. Dari penelusuran itu, muncul dugaan bahwa sejumlah riset yang dipaparkan merupakan hasil fabrikasi data dan dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Bukan hanya identitas, risetnya pun palsu! Dibuat dengan AI dan atau fabrikasi data. Risetnya dibuat terlihat sangat hebat. Padahal risetnya tidak pernah ada. Datanya palsu di-generate AI, gambar, dan tulisannya juga," tulis Mandhara.

Kejanggalan lain ditemukan pada lokasi penelitian yang tercantum dalam manuskrip. Kelompok peneliti tersebut disebut mencantumkan berbagai wilayah penelitian di sejumlah negara, mulai dari Peruvian Andes, Ethiopia, Guatemala, Lebanon, Yordania, Bangladesh, Sudan Selatan, Filipina, Kenya, Nepal, Malawi hingga India Utara.

Namun, peserta konferensi menilai penelitian tersebut janggal karena tidak disertai kolaborator lokal maupun informasi persetujuan etik penelitian.

Setidaknya tiga nama menjadi sorotan dalam dugaan kasus tersebut, yakni Prihantini atau Titin, Rifaldy Fajar dan Rini Winarti. Dugaan semakin meluas setelah muncul pencantuman nama anggota keluarga sebagai co-peneliti meski diduga tidak berasal dari institusi yang tercantum dalam afiliasi penelitian.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut