Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 1.300 Unit Huntara Korban Bencana Sumatra Diresmikan, Terbanyak di Pidie Jaya
Advertisement . Scroll to see content

Korban Bencana Sumatra Bisa Pilih Lokasi Pembangunan Huntap atau Relokasi Kolektif

Kamis, 05 Februari 2026 - 14:54:00 WIB
Korban Bencana Sumatra Bisa Pilih Lokasi Pembangunan Huntap atau Relokasi Kolektif
Pembangunan huntara di Aceh Tamiang melibatkan tenaga kerja lokal yang terdampak banjir sekaligus sebagai upaya pemulihan ekonomi. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menyiapkan dua skema pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Skema ini berlaku bagi warga yang rumahnya masuk kategori rusak berat atau hilang.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menuturkan, skema pertama adalah warga bisa memilih sendiri lokasi huntap yang akan dibangun dengan catatan tanah rencana pembangunan huntap harus memiliki kejelasan kepemilikan.

"Kalau yang ingin, pak saya ingin maunya rumah saya dibangun di tanah saya yang sebelah sana, tanahnya aman pak, sertifikatnya jelas punya keluarga kami, itu namanya insitu, onsite, maka akan dikerjakan oleh BNPB, eksekutornya," kata Tito, Kamis (5/2/2026).

Sementara skema kedua, masyarakat bisa pindah bersama-sama sesuai dengan kerabat atau warga satu kampungnya. Jika menggunakan skema ini, maka pembangunan huntap akan menggunakan tanah yang disiapkan pemerintah dan pembangunannya diambil alih Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

"Ada yang, pak kami biar kami satu kampung, satu desa. Ini disiapkanlah oleh pemerintah tanahnya dan kemudian dibangunkanlah rumah kami di situ dalam satu kompleks kawasan, itu mengerjakannya nanti Menteri PKP, Bapak Maruarar Sirait, Menteri Perumahan," tuturnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut