Kominfo Temukan 96 Kasus Isu Hoaks Pemilu 2024, Ini Kata Menkominfo
"Kami sudah berhasil take down 290 konten, sedangkan 65 konten lainnya sedang diproses," ucapnya.
Budi menilai, kasus ini perlu menjadi perhatian bersama karena berbagai konten negatif mulai dari yang mengandung hoaks hingga ujaran kebencian akibat perbedaan pilihan sudah banyak ditemui dan tentunya mengancam persatuan Indonesia.
"Seperti arahan yang disampaikan Presiden Joko Widodo, kita cuman tiga hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian dan ketiga yang merendahkan orang lain dalam artian kata-kata kebun binatang dikeluarkan di ruang digital," katanya.
Lebih lanjut, sebagai langkah antisipasi diperlukan upaya yang masif dalam mengaplikasi pemilu damai sebagai wujud ikhtiar bersama untuk mendorong masyarakat agar memilih dengan cara yang bijak sembari menjaga perdamaian bangsa di ruang digital.
Pesan ini juga disusun untuk menjawab berbagai isu terkait pemilu seperti yang pertama, peningkatan partisipasi antiperpecahan atau polarisasi dan bagaimana anti hoaks untuk menjaga ruang digital tetap damai. Salah satunya dengan melakukan kolaborasi antarlembaga yaitu Bawaslu, kepolisian dan Kominfo.
"Saya mengapresiasi komitmen Bawaslu serta Polri menjalin kerja sama pengawasan penyelenggaraan pemilu pertama kampanye di ruang digital. Saya percaya kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan Pemilu Damai 2024," ujarnya.
Editor: Donald Karouw