Kisah Perjuangan Anak Buruh yang Berhasil Jadi Lulusan Terbaik UNY dengan IPK 3,96
Menurutnya, perjuangannya memang tidak mulus, kondisi ekonomi keluarga terkadang menghalangi. Namun, sang Ibu selalu menanamkan bahwa setiap ada niat pasti ada jalan. Doa Jariyah pun diijabah karena sejak SD, Lik selalu mendapatkan beasiswa.
Saat SMA, pria kelahiran 31 Oktober 1999 ini pernah mengalami kesulitan. Kondisi ekonomi yang kurang baik membuatnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul.
Selama sekolah di SMAN 1 Wonosari, ia terbiasa pulang-pergi ke sekolah naik sepeda dengan jarak tempuh 1,25 km dengan medan yang naik turun. Di SMA, ia berhasil menjadi siswa yang berprestasi.
Ia menekuni bidang OSN Ekonomi Akuntansi dan setiap semester pasti mendapat 3 besar ranking paralel, hingga saat lulus mendapatkan predikat sebagai lulusan terbaik jurusan IPS.
Walaupun begitu, ia sering menjadi korban bully. Lik pun menjawabnya dengan raihan sejumlah prestasi selama duduk di bangku SMA.