Kisah Penyamaran Intel Kopassus, Mulai dari Jadi Sopir hingga Mayat
Ia memberikan durian dengan jumlah banyak, karena yang berjaga di pos tersebut ada 1 pleton anggota.
“Kalau saya berikan 2 durian, justru ditempeleng,” kata dia.
Dengan menjadi pedagang, Badri mengaku sangat mudah masuk ke dalam wilayah Aceh yang dijaga ketat oleh GAM. Ia juga bisa mendapat kepercayaan dari prajurit GAM dan memetakan situasi lapangan di wilayah tersebut, khususnya di wilayah Lhokseumawe yang menjadi basis militer GAM.
Masih berlatar peristiwa GAM di Aceh, salah satu prajurit Kopassus juga ada yang pernah menyamar menjadi sopir, yakni Letjen TNI (Purn) Sutiyoso. Berikut kisah penyamaran intel Kopassus sebagai sopir.
Melansir Sindonews, Sutiyoso yang kala itu masih berpangkat mayor mendapat tugas untuk menangkap petinggi GAM Hasan Tiro dan orang-orang lain yang ada di dekatnya. Setelah beberapa lama tak dapat mengetahui keberadaan Hasan, Sutiyoso akhirnya berhasil mengendus keberadaan Hasan dari seorang juru masak.
Namun, saat Sutiyoso hendak melakukan penyergapan, Hasan telah melarikan diri. Tak putus asa, Sutiyoso terus menggali keterangan dan mengetahui bahwa Hasan mengutus Usman, Menteri Keuangan GAM, ke rumah seorang guru ngaji. Nantinya, guru ngaji tersebut akan mengantarkan Usman ke rumah seorang pengusaha di Lhokseumawe.