Kisah Okta, Hafizah Yatim Piatu Temukan Harapan di Sekolah Rakyat
Sebagai remaja 17 tahun, Okta cukup tabah menghadapi cobaan hidup. Salah satunya pada 2024 lalu saat rumahnya di Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ludes terbakar akibat ledakan gas elpiji. Saat kejadian, Okta tengah berada di pesantren Darul Muhlisin, Sawojajar.
“Habis mama enggak ada (meninggal). Terus kebakaran itu,” tuturnya.
Sejak itu, keluarga kecil ini tinggal di rumah kontrakan sembari berusaha memperbaiki rumah ala kadarnya.
Di tengah semua keterbatasan, Okta tetap setia menghafal Al-Qur’an. Hingga kini dia telah menghafalkan enam juz. Saat rindu orang tua datang atau setelah sholat, dia membuka mushaf dan melafalkan ayat demi ayat untuk menenangkan hati.
“Kalau habis magrib ngaji (Al-Qur’an) itu dihafalkan,” kata dia.
Titik terang hadir ketika Okta diterima di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 22 Kota Malang.