Kisah Okta, Hafizah Yatim Piatu Temukan Harapan di Sekolah Rakyat
JAKARTA, iNews.id - Akhlak yang baik dan sikap ramah menjadi ciri khas pribadi Oktavianti Riska Fitriasari yang akrab disapa Okta. Di balik keceriaan gadis berkacamata itu, tersimpan kisah perjuangan seorang yatim piatu yang juga penghafal Al-Qur'an atau Hafizah.
Okta kehilangan ibunya saat masih duduk di kelas 2 SMP. Tidak lama kemudian, ayahnya menyusul. Sejak itu, dia ikut menjadi penopang keluarga. Bersama nenek yang renta dan pamannya, dia merawat dua adiknya yang masih kecil.
Hari-harinya penuh keterbatasan. Penghasilan neneknya sebagai pemulung tidak menentu, sering kali bahkan tidak ada. Pamannya yang bekerja sebagai 'polisi cepek' pun penghasilannya jauh dari cukup.
Mereka kerap hanya bisa makan sekali sehari. Kondisi prihatin inilah yang membuat Okta tidak ingin berpangku tangan. Sejak duduk di bangku SMP, dia bekerja serabutan seperti berjualan makanan, menjaga toko baju, hingga menjajakan jus buah.
“Kayak beban (bagi mereka) gitu lo. (Makanya) Ingin berusaha bantu (kerja) nenek dan Pakde,” ucap Okta di ruang konseling Sekolah Rakyat Menegah Atas (SRMA) 22 Kota Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.