Kisah Inspiratif Mantan Pelayanan yang Kini Jadi Wakil Dekan, Pernah Tidak Naik Kelas
“Jadi saya sekolahnya pagi, pukul 2 sore sampai 11 malam saya jadi waiters gajinya Rp40.000 per hari. Konsekuensinya, saat sekolah saya sering ngantuk kadang juga tidur, tapi saya tetap imbangi dengan belajar agar nilai-nilai saya tidak turun,” ucap dia.
Satria pun menjadi seorang pelayanan sampai kuliah semester 3 di jurusan Ilmu Hukum UM Surabaya. Beruntungnya, ia mendapatkan kesempatan melanjutkan kuliah secara gratis.
Karena dibiayai, ia tidak ingin mengecewakan sehingga ia terus rajin belajar. Namun, saat menjadi mahasiswa hidupnya tidak langsung mudah, ia harus tetap mencari uang agar bisa bertahan hidup di Surabaya.
Selama di Surabaya Satria tidak memiliki kos-kosan, ia tinggal di sekret Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Bahkan, Satria mengaku pernah satu bulan penuh tidak memiliki uang sehingga harus ikut makan temannya.
“Bersyukur ada yang mengasihani dan mengajak saya makan setiap harinya, setelah itu saya berpikir untuk menyambung hidup dengan bekerja sebagai wartawan kampus, membantu riset dosen sampai jadi juru ketik, berkat jadi juru ketik itulah saya diberi laptop oleh dosen,” tutur Satria.