Kisah Cinta Yurike Sanger dan Soekarno: dari Kebaya Anggun hingga Jadi Istri Presiden
Pernikahan tersebut dilakukan secara Islam di rumah Yurike. Meski demikian, banyak tantangan yang harus dihadapi. Situasi politik Indonesia saat itu sedang panas, hubungan pribadi harus dijaga agar tidak terlalu menjadi sorotan publik, sementara Bung Karno sendiri mulai menghadapi tekanan besar di dalam negeri.
Yurike juga merasakan masa-masa sulit. Ia pernah hamil, namun kandungannya bermasalah hingga harus dioperasi dan sayangnya janin tidak bisa diselamatkan. Selain itu, karena Bung Karno memiliki banyak istri dan tanggung jawab negara, perhatian yang diterima Yurike kerap terbatas. Ia harus berbagi waktu dengan protokol, pertemuan kenegaraan, serta urusan politik yang mendesak.
Kisah cinta Yurike Sanger dan Soekarno tidak bertahan lama dalam ikatan pernikahan. Setelah empat tahun bersama, pasangan ini resmi berpisah pada 1968. Perceraian itu terjadi di tengah situasi politik yang sangat genting: pasca peristiwa G30S, Bung Karno kehilangan banyak pengaruh politik hingga akhirnya jatuh dari kekuasaan.
Konon, Bung Karno sendiri menyarankan Yurike untuk mengajukan perceraian agar ia tidak ikut merasakan penderitaan akibat tekanan politik yang semakin berat. Meski hubungan keduanya dilandasi cinta, kenyataan politik membuat mereka harus berpisah.
Setelah berpisah, Yurike menikah lagi dengan seorang insinyur bernama Andy Babe dan kemudian menetap di Amerika Serikat. Hidupnya jauh dari hiruk pikuk politik, namun kenangan masa lalunya bersama Bung Karno tetap melekat.