Kisah Cinta Yurike Sanger dan Soekarno: dari Kebaya Anggun hingga Jadi Istri Presiden
Sejak saat itu, perhatian khusus mulai muncul. Bung Karno pernah mengantar Yurike pulang, mengajak berbincang, bahkan memberi tanda kasih berupa hadiah kecil seperti kalung. Hal-hal ini menyuburkan benih cinta di antara keduanya.
Dalam sebuah biografi berjudul Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat yang ditulis Cindy Adams dan terbit pada 1965, Soekarno pernah mengungkapkan dirinya sebagai seorang “maha pecinta.” Ungkapan ini memperlihatkan bagaimana cinta dan kasih sayang menjadi bagian besar dari kepribadiannya.
Pernyataan tersebut juga menjelaskan mengapa perjalanan hidup Bung Karno kerap diwarnai oleh kisah romantis, termasuk pertemuannya dengan Yurike Sanger.
Dengan sifat penuh kasih inilah Bung Karno mampu menumbuhkan hubungan yang hangat dengan Yurike, meskipun usia mereka terpaut jauh. Bagi Bung Karno, cinta bukan sekadar soal romantisme pribadi, melainkan juga bagian dari energi hidup yang menemaninya dalam menjalankan tanggung jawab besar sebagai pemimpin bangsa.
Setelah beberapa waktu menjalin kedekatan, kisah cinta Yurike Sanger dan Soekarno mencapai titik penting: pernikahan. Pada 6 Agustus 1964, Yurike secara resmi menjadi istri ke-7 Soekarno. Saat itu Yurike baru berusia sekitar 19 tahun, sedangkan Bung Karno sudah berusia 64 tahun—menunjukkan selisih usia sekitar 45 tahun.