Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iklan Film Aku Harus Mati Dicopot karena Terlalu Seram, Pramono Larang Muncul Lagi
Advertisement . Scroll to see content

Ketua IDAI Murka! Banner Film Aku Harus Mati Dinilai Berbahaya bagi Anak

Senin, 06 April 2026 - 13:25:00 WIB
Ketua IDAI Murka! Banner Film Aku Harus Mati Dinilai Berbahaya bagi Anak
Ketua IDAI dan banner film Aku Harus Mati yang kontroversial. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso menyayangkan munculnya  banner film 'Aku Harus Mati'. Menurutnya, iklan visual itu memiliki risiko berbahaya bagi kesehatan mental anak dan remaja. Kenapa? 

Bagi dr Piprim, banner film 'Aku Harus Mati' sangat berbahaya bagi anak dan remaja. Hal ini berkaitan dengan masalah kesehatan mental pada kelompok tersebut yang semakin meningkat. 

"Pak Presiden, kasus anak dan remaja sakit mental makin meningkat, pak. Lalu ketika mereka sedang galau dan baca banner besar 'Aku harus mati', kira-kira mereka akan terinspirasi bunuh diri kan pak," kata dr Piprim dalam pernyataannya di Threads, dikutip Senin (6/4/2026). 

Pemprov Jakarta menertibkan materi iklan film horor yang dinilai terlalu menyeramkan (dok. Pemprov Jakarta)
Pemprov Jakarta menertibkan materi iklan film horor yang dinilai terlalu menyeramkan (dok. Pemprov Jakarta)

"Bagaimana bisa banner seperti ini dibiarkan terpampang di muka publik. Sebagai dokter anak sekaligus ketua ikatan dokter anak, saya amat keberatan dengan banner sampah ini," tegasnya. 

Karena itu, dr Piprim mendorong untuk diturunkan seluruh banner film tersebut. Ini penting demi menjaga kesehatan mental anak Indonesia. 

"Mohon dengan sangat, pak. Jangan dipasang di tempat umum yang mudah dibaca oleh anak dan remaja. Jika ada remaja terinspirasi bunuh diri setelah membaca ini, bapak bisa disalahkan juga, karena membiarkan banner seperti ini bebas terpasang di negara Indonesia," kata dr Piprim. 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil keputusan cepat untuk melarang adanya banner film 'Aku Harus Mati' berada di ruang publik. Bahkan, telah menurunkan banner yang telah terpasang. 

Atas tindakan itu, dr Piprim pun memberi apresiasi. 

"Keren Pemprov DKI Jakarta, mencopot banner yang meresahkan," ungkap dr Piprim.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut