Ketua BEM FISIP UNAIR Viral Buntut Karangan Bunga Prabowo-Gibran, Pembekuan Dicabut
BERITA ACARA
PEMBEKUAN BEM FISIP UNAIR
#SAVEBEMFISIPUNAIR
Nomor: 1420/E/PL/BEMFISIP/UNAIR/X/2024
BEM FISIP Unair mendapatkan surel perihal pemberitahuan pembekuan BEM dari
pihak dekanat pada Jumat, 25 Oktober pukul 16.13 WIB. Pembekuan ini buntut dari
ungkapan ekspresi kekecewaan terhadap fenomena Pemilu 2024 yang dituangkan dalam
karya seni satire berbentuk karangan bunga yang ditujukan untuk memberi ucapan selamat
atas pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih di Taman Barat FISIP.
Janji dan komitmen kami di awal sejak struktural kabinet Panca Aksara terbentuk,
yakni menciptakan kebermanfaatan untuk seluruh Civitas Akademika FISIP Unair. Hal ini
termasuk menumbuhkan jiwa kritis dan peka sosial kepada mahasiswa. Adapun janji kami
hampir seluruhnya terwujud melalui puluhan program kerja dan agenda yang telah terlaksana
dan sedang dilaksanakan.
Per-berita acara ini dirilis, belum ada proses diskusi lebih lanjut dengan Dekan FISIP
perihal surat pemberitahuan pembekuan BEM. Kami sepakat untuk tidak menyerah untuk
memproses keadilan bagi seluruh fungsionaris dan tetap melanjutkan perjuangan sampai
waktu demisioner yang telah ditentukan.
Kronologi Pemasangan Karangan Bunga
Selasa, 22 Oktober 2024
Pukul 15.00 WIB BEM FISIP Unair, melalui Kementerian Politik
dan Kajian Strategis, menyampaikan ucapan ‘selamat’ kepada
presiden dan wakil presiden 2024 terpilih. Ucapan ini diwujudkan
dalam bentuk karya seni satire yang tertuang dalam karangan
bunga, ditempatkan di Taman Barat FISIP UNAIR
Sekitar pukul 18.45 WIB karangan bunga ditarik karena hujan Karangan bunga tersebut adalah karya seni satire yang bertujuan
untuk mengungkapkan ekspresi kekecewaan atas rentetan
fenomena yang terjadi selama pemilu 2024. Lokasinya yang
strategis di taman kampus menarik perhatian banyak mahasiswa
Unair yang berdatangan untuk melihat dan
mendokumentasikannya.
Karya seni satire berbentuk karangan bunga tersebut kemudian viral di media sosial, terutama di platform X dan TikTok, dengan respons pro-kontra dan dukungan dari mahasiswa, khususnya mahasiswa Unair yang aktif di platform tersebut.