Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demo Gen Z Rusuh di Madagaskar, Rumah Anggota DPR Dijarah dan Dibakar
Advertisement . Scroll to see content

Ketika Komunikasi Pemerintah Tak Lagi Dipahami Gen Z

Senin, 13 Oktober 2025 - 19:45:00 WIB
Ketika Komunikasi Pemerintah Tak Lagi Dipahami Gen Z
Yuari Prayanto, Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi, STIKOM InterStudi, Analis Komunikasi Digital (Dok Pribadi)
Advertisement . Scroll to see content

Fenomena serupa berulang dalam kasus pengibaran bendera One Piece oleh mahasiswa, yang semestinya dibaca sebagai ekspresi simbolik khas anak muda. Namun sebagian pejabat menanggapinya sebagai ancaman. Reaksi berlebihan ini menunjukkan bahwa sebagian pengambil kebijakan belum memahami bahasa simbolik generasi baru, bahasa yang sarat metafora, humor, dan ironi.

Bagi Gen Z, komunikasi bukan sekadar penyampaian pesan, melainkan cara membangun identitas bersama. Mereka menghargai transparansi, spontanitas, dan keberanian mengakui kesalahan. Pemerintah yang terlalu kaku dan penuh jargon birokratis mudah dianggap tidak jujur atau tidak relevan dengan realitas mereka.

Analisis dari Sudut Pandang IMC

Dari perspektif Integrated Marketing Communication (IMC), setidaknya ada tiga kesalahan mendasar dalam komunikasi publik pemerintah terhadap Gen Z. 

Pertama, lemahnya segmentasi audiens. IMC menekankan pentingnya memahami karakter setiap segmen. Gen Z bukan sekadar “pemuda”, melainkan generasi yang hidup dalam ekosistem digital, kritis, multitasking, dan terbiasa menyaring informasi dalam hitungan detik. Tanpa riset khalayak yang mendalam, pesan pemerintah mudah kehilangan relevansi.

Kedua, kurangnya integrasi antar-kanal komunikasi. Pesan pemerintah sering tidak selaras antara kementerian, bahkan antara pejabat satu dan lainnya. Di televisi bicara A, di media sosial muncul B. Dalam prinsip IMC, pesan yang efektif harus konsisten di seluruh kanal, baik melalui siaran resmi, situs web, maupun platform digital. “One voice, multiple channels.”

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut