Bapanas Ungkap Penyebab Harga Cabai Rawit Tembus Rp80.000 per Kg
Sementara, cabai besar juga mencatat surplus masing-masing 14.000 ton pada Februari dan 11.000 ton pada Maret 2026. Angka ini, kata Taufiq, mencerminkan ketahanan pasokan cabai nasional yang cukup kuat dalam mengantisipasi peningkatan konsumsi selama Ramadan dan Lebaran.
Produksi cabai nasional pada periode Februari-Maret 2026 ditopang oleh luas panen puluhan ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah sentra produksi, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa. Sentra utama meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat, dengan pola panen berlangsung bertahap dan berkelanjutan.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muhammad Agung Sunusi melaporkan, dari hasil kunjungan lapangan di sentra utama, khususnya Garut, Sumedang, Bandung, serta Lombok Timur, menunjukkan bahwa pertanaman cabai secara umum tumbuh sehat dan panen tetap berlangsung meskipun menghadapi tantangan anomali iklim dan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
“Stok cabai di sentra utama terpantau aman dan produksi terus berjalan. Pemerintah memastikan tidak ada gangguan signifikan terhadap pasokan hingga Hari Raya Idulfitri,” kata Agung.
Editor: Aditya Pratama