JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok aneka cabai dalam kondisi aman dan surplus menghadapi Ramadan dan Lebaran 2026. Kementan menegaskan, kesiapan pasokan untuk menghadapi lonjakan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule menuturkan, pemerintah secara aktif dalam memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Menurutnya, pemerintah terus mengawal produksi, distribusi, dan stabilitas harga komoditas strategis, termasuk cabai.
Perang AS Vs Iran Bisa Terjadi Berminggu-minggu, Berikut 4 Faktanya
“Pemerintah memastikan produksi dan pasokan cabai nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali. Melalui penguatan produksi, kelancaran distribusi, serta pengawalan harga, kami menjamin kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Taufiq dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).
Taufiq menerangkan, berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional, ketersediaan cabai pada Februari dan Maret 2026 berada pada posisi surplus. Untuk komoditas cabai rawit, diproyeksikan terjadi surplus sekitar 54.000 ton pada Februari 2026, dan meningkat menjadi 99.000 ton pada Maret 2026.
Harga Cabai Rawit dan Daging Meroket Tinggi jelang Ramadan 1447 H
Bapanas Ungkap Penyebab Harga Cabai Rawit Tembus Rp80.000 per Kg
Sementara, cabai besar juga mencatat surplus masing-masing 14.000 ton pada Februari dan 11.000 ton pada Maret 2026. Angka ini, kata Taufiq, mencerminkan ketahanan pasokan cabai nasional yang cukup kuat dalam mengantisipasi peningkatan konsumsi selama Ramadan dan Lebaran.
Produksi cabai nasional pada periode Februari-Maret 2026 ditopang oleh luas panen puluhan ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah sentra produksi, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa. Sentra utama meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat, dengan pola panen berlangsung bertahap dan berkelanjutan.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muhammad Agung Sunusi melaporkan, dari hasil kunjungan lapangan di sentra utama, khususnya Garut, Sumedang, Bandung, serta Lombok Timur, menunjukkan bahwa pertanaman cabai secara umum tumbuh sehat dan panen tetap berlangsung meskipun menghadapi tantangan anomali iklim dan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
“Stok cabai di sentra utama terpantau aman dan produksi terus berjalan. Pemerintah memastikan tidak ada gangguan signifikan terhadap pasokan hingga Hari Raya Idulfitri,” kata Agung.
Editor: Aditya Pratama