Kemendukbangga Kolaborasi dengan PBNU, Fokus Implementasi 5 Quick Win dan Percepatan Penurunan Stunting
“Jadi ini adalah tantangan kita bersama. Oleh karena itu ada pekerjaan di level mikro menyentuh keluarga, menyentuh desa2. Tetapi juga ada pekerjaan-pekerjaan besar yang harus kita lakukan untuk melindungi masyarakat kita. Jadi inilah pekerjaan di 2 level yang saya yakin harus kita lakukan bersama-sama,” tuturnya.
Ditemui terpisah, Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji mengatakan bahwa pihaknya akan terus menyinergikan program Kemendukbangga/BKKBN dengan GKMNU yang sama-sama demi kemaslahatan keluarga Indonesia.
“Solusi ini kan yang pertama yang tahu persis itu keluarga NU yang paling bawah tahu persis itu apa program-programnya. Termasuk tadi media sosial dan sebagainya. Kemudian ada lansia, remaja ada calon pengantin dan sebagainya. Persis yang ditangani oleh Kemendukbangga. Karena itu sinergi menjadi penting yang nanti ada program-program yang kerjasama. Saling support antara PBNU khususnya di GKMN ini dengan Kemendukbangga,” ucap Wihaji.
Dia tak menutup kemungkinan adanya kerjasama pada lini bawah yakti Tim Pendamping Keluarga dengan Banser, Muslimat, Fatayat, yang disitu ada GKMNU (Gerakan Keluarga Maslahat NU). Soal data keluarga yang dihimpun pada aplikasi yang diluncurkan GKMNU nantinya akan bersama dicek oleh Kemendukbangga apakah termasuk ke dalam keluarga berisiko stunting (KRS).
“Data dari GKMNU kita cek benarkah masuk dalam KRS kalau memang masuk maka kita pasti intervensi melalui orang tua asuh cegah stunting,” tuturnya.