Kebiadaban Tentara Belanda Bantai 68 Warga, Jasadnya Dibiarkan di Tengah Gunung Tugu
"Bangsa ini membutuhkan orang-orang hebat seperti mereka yang telah gugur mendahului kita di tangan para penjajah, pengabdiannya pada bangsa hingga bertaruh nyawa hingga gugur dan jasadnya dibiarkan begitu saja oleh penjajah di tengah gunung. Hingga tulang belulangnya yang menumpuk di tengah hutan, dan orang lain pun tidak tahu siapa mereka, akhirnya mereka dimakamkan secara layak," ungkapnya.
Jenderal Bintang Satu ini mengaku salah satu generasi yang mendengar kisah kelam tersebut. Korban yang dibunuh penjajah pernah berjuang dalam kemerdekaan Indonesia.
"Itu merupakan sejarah yang hampir tidak diketahui oleh orang, padahal itu salah satu sejarah kemerdekaan bangsa ini. Saya sebagai salah satu generasi penerus sangat ironis mendengar kisah kelam itu. Bagaimana perjuangan rakyat Indonesia khususnya di wilayah Takokak itu sangatlah besar dalam menjaga tanah air di wilayah Cianjur Selatan dari para tentara penjajah," ujarnya.
Danrem 061/SK setelah melihat langsung kondisi makam para pahlawan tanpa nama. Dia juga langsung memerintahkan kepada Koramil yang berkoordinasi dengan aparat serta tokoh setempat untuk merawat, menjaga dan melestarikan makam sejarah.
Tujuannya sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa yang mengorbankan jiwanya tanpa pamrih.
"Ini sejarah bangsa yang perlu kita pelajari terus dan kita ingat serta kita sampaikan kepada anak cucu kita nantinya," pungkasnya.
Editor: Faieq Hidayat