Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pimpinan Daycare Little Aresha Jogja Diduga Hakim, DPR: Biadab, Tak Bisa Dimaafkan!
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Penyiksaan Anak di Daycare Little Aresha Jogja, 13 Orang jadi Tersangka

Minggu, 26 April 2026 - 13:03:00 WIB
Kasus Penyiksaan Anak di Daycare Little Aresha Jogja, 13 Orang jadi Tersangka
Polisi memasang garis polisi di Daycare Little Aresha di Yogyakarta (dok. istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id – Polresta Yogyakarta bergerak cepat mengusut kasus dugaan penganiayaan anak di tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Sebanyak 13 orang resmi ditetapkan sebagai tersangka atas perlakuan tak manusiawi terhadap para balita yang dititipkan di lokasi tersebut. 

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara mendalam pasca-penggerebekan di Kelurahan Sorosutan yang sempat menghebohkan warga. 

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, mengungkapkan, ke-13 tersangka memiliki peran vital dalam operasional daycare tersebut. Mereka terdiri atas jajaran manajemen hingga tenaga pengasuh. 

"Setelah gelar perkara, kami menetapkan 13 orang tersangka. Terdiri atas satu kepala yayasan, satu kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh," ujar Kombes Eva Guna Pandia, Sabtu (25/4/2026). 

Sebelumnya, polisi sempat mengamankan 30 orang saat penggerebekan berlangsung. Namun, hasil penyidikan mengerucut pada 13 orang yang terbukti terlibat langsung dalam tindakan keji tersebut. 

Anak-Anak Diikat Layaknya Tawanan

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, membeberkan fakta memilukan yang ditemukan petugas saat merangsek masuk ke dalam gedung Little Aresha. Alih-alih mendapatkan kasih sayang, anak-anak di tempat tersebut justru diperlakukan layaknya tawanan perang. 

"Petugas mendapati anak-anak dalam kondisi terikat. Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya. Secara umum perlakuan tak manusiawi itu benar adanya," ungkap Kompol Adrian dengan nada geram. 

Kasus ini terungkap berkat adanya laporan warga yang curiga dengan aktivitas tertutup di dalam daycare tersebut. Saat ini, kepolisian telah mengevakuasi seluruh anak yang menjadi korban untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan pendampingan trauma healing.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut