Kasus DBD Naik 3 Kali Lipat, Biaya Pengobatan Tembus Rp3 Triliun!
Selain menjaga lingkungan, masyarakat juga diimbau lebih proaktif berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui opsi perlindungan yang tersedia.
Lebih lanjut, Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), mengingatkan bahwa DBD memiliki karakteristik yang sulit diprediksi, terutama pada anak-anak.
"Seorang anak dengan gejala awal seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga mual atau muntah, kadang dapat mengalami perburukan cepat seperti perdarahan hebat dan syok," ujarnya.
Dia menyebut, sekitar 75 persen kasus DBD terjadi pada kelompok usia 5–44 tahun. Namun, angka kematian tertinggi justru berada pada anak usia 5–14 tahun.
Hal senada disampaikan Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht. Baginya, dengue merupakan penyakit yang berpotensi berkembang menjadi kondisi serius hingga mengancam jiwa.