Kasatgas MBG: SPPG Polri Terapkan Standar Food Safety untuk Program Makan Bergizi Gratis
"Setelah konsumsi, tim SPPG Polri mengelola ompreng dan sisa makanan. Peralatan dikembalikan, dipilah, ditimbang, lalu melalui proses pencucian dan sterilisasi berlapis menggunakan air panas, sabun food grade, disinfektan aman pangan, dan oven suhu tinggi untuk membunuh mikroorganisme patogen selanjutnya melakukan proses pengeringan menggunakan food tray. Peralatan yang telah steril disimpan di ruang bersih tertutup hingga siap digunakan kembali," bebernya.
Dia mengungkap, sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan, SPPG Polri juga menggunakan sistem biotank modern untuk mengolah limbah organik dan cair sebelum dibuang. Langkah ini menjadi komitmen Polri dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi pencemaran, dan menjalankan prinsip dapur sehat berkelanjutan.
Selain pengawasan internal harian, SPPG Polri juga melakukan evaluasi pascadistribusi. Setelah makanan dikonsumsi, disiapkan checklist evaluasi harian untuk menanyakan kondisi makanan, tingkat kepuasan, serta harapan siswa-siswa penerima manfaat.
"Masukan ini menjadi dasar perbaikan berkelanjutan agar pelayanan gizi Polri semakin baik dan tepat sasaran. Sebagai bentuk peningkatan kualitas nasional, Polri saat ini sedang mengajukan Sertifikat Higienist Nasional bagi seluruh satuan pelayanan gizi," katanya.
Dia menambahkan, sertifikasi ini menjadi bukti nyata komitmen Polri untuk memenuhi standar tertinggi dalam keamanan pangan, higienitas personel, sanitasi dapur, dan pengendalian limbah. Melalui penerapan SOP yang disiplin, higienis, dan berkelanjutan, Polri memastikan setiap makanan yang diolah dan didistribusikan oleh SPPG Polri adalah makanan yang aman, sehat, bergizi, dan ramah lingkungan.
"Implementasi SOP ini mencerminkan profesionalisme, kepedulian, dan pengabdian sejati Polri kepada masyarakat," imbuhnya.
Editor: Rizky Agustian