Karakteristik Kelompok Sosial: Pengertian, Jenis dan Contohnya
Selanjutnya, paguyuban memiliki pola hubungan kebiasaan saling mengunjungi satu dengan yang lain, hal seperti ini biasanya terjadi di daerah pedesaan. Pembicaraan yang dilakukan seadanya, tanpa target dan tanpa arah serta tujuan tertentu.
Sementara itu, dalam patembayan, yang sifatnya utilitarian atau hubungan yang didasarkan pada asas manfaat, formal, pembagian kerja yang jelas dan memiliki tujuan masing-masing. Umumnya hubungan patembayan terjadi pada masyarakat perkotaan.
4. Kelompok formal dan informal
Kelompok formal memiliki peraturan-peraturan tegas yang sengaja dibuat oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar anggota. Beberapa contohnya seperti organisasi formal, lembaga pemerintahan atau birokrasi.
Selain kelompok formal, kita juga akan mengenal kelompok informal. Kelompok ini tidak ada struktur ataupun aturan tertentu. Biasanya kelompok informal terbentuk karena pertemuan yang berulang kali dan bersifat sementara. Masyarakat biasanya mengenal kelompok ini dengan sebutan kerumunan, karena tidak memiliki pimpinan dan tidak terorganisir.
Setelah belajar karakteristik kelompok sosial dan jenisnya, ketahui juga dinamika yang merupakan permasalahan masyarakat sehingga menyebabkan perubahan sosial. Ada 2 faktor yang mempengaruhi dinamika kelompok sosial, yaitu :