Karakteristik Kelompok Sosial: Pengertian, Jenis dan Contohnya
2. Kelompok Primer dan Sekunder
Kelompok yang memiliki karakteristik saling mengenal antaranggota serta terjalinnya kerja sama erat yang bersifat pribadi dikatakan sebagai kelompok primer. Sedangkan dalam kelompok sekunder memiliki hubungan sosial yang formal, impersonal dan segmental, didasarkan pada hal apa yang dibicarakan.
Berbeda dengan kelompok primer, kelompok sekunder memiliki cakupan keanggotaan yang luas dan tidak terbatas. Hal ini juga berakibat pada pedoman hubungan kelompok sekunder pada efektifitas dan efisiensi.
Kedua kelompok ini memiliki manfaat mereka sendiri-sendiri. Dalam kelompok primer mampu membuat individu merasa dihargai sebagai manusia. Kelompok sekunder mampu membuat individu mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien karena sifatnya yang formal, impersonal.
3. Paguyuban dan Patembayan
Dalam hubungan paguyuban lebih condong pada hubungan personal. Penghormatan, etika, dan penghargaan pada orang yang saling berbicara ditempatkan sesuai dengan status sosial masing-masing.
Contohnya kelompok sosial ini adalah penempatan bahasa Jawa yang digunakan orang yang lebih tua dengan orang yang lebih muda. Umumnya orang tua akan menggunakan “Ngoko” ketika berbicara dengan orang yang jauh lebih muda, sedangkan orang berusia muda akan menggunakan “krama inggil” ketika berbicara dengan orang yang lebih tua usianya.