Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Video Pembalakan Hutan di Pesisir Barat Lampung, 4 Orang Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Kapolda Lampung Turun Langsung Cek Ribuan Kayu Gelondongan Terdampar di Pesisir Barat

Selasa, 09 Desember 2025 - 09:36:00 WIB
Kapolda Lampung Turun Langsung Cek Ribuan Kayu Gelondongan Terdampar di Pesisir Barat
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf saat meninjau ribuan kayu gelondongan terdampar di Pantai Tanjung Setia diduga muatan kapal tongkang bermasalah. (Foto: IG Polda Lampung)
Advertisement . Scroll to see content

Sebelumnya, publik dibuat heboh oleh video viral yang memperlihatkan ribuan kayu gelondongan terdampar di Pantai Tanjung Setia. Dalam rekaman itu tampak gelondongan kayu berdiameter kurang lebih 2 meter berserakan di sepanjang garis pantai, sementara kapal tongkang yang mengangkut kayu terlihat tidak jauh dari bibir pantai.

Belakangan diketahui, ribuan kayu ukuran besar ini dibawa dari Sumatra Barat. Muatan tersebut terdiri atas kayu meranti merah, meranti putih, dan kruing dengan total volume mencapai 4.800 kubik, sebelum kapal tongkang yang mengangkutnya kandas akibat tali pengikat diduga terlilit karena angin kencang dan gelombang tinggi.

Kandasnya kapal menyebabkan ribuan batang kayu terempas ke pantai dan menumpuk di jalur perahu nelayan bersandar. Kondisi ini bukan hanya mengganggu aktivitas nelayan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan publik mengenai tata kelola distribusi hasil hutan.

Saat ini kapal dan seluruh muatan kayu masih berada di lokasi kejadian. Polres Pesisir Barat dan Direktorat Polair telah meminta keterangan tiga anak buah kapal (ABK) untuk menyelidiki penyebab insiden, sementara Bareskrim Polri juga sudah turun tangan menangani kasus ini.

Proses penanganan lanjutan masih menunggu koordinasi dengan otoritas terkait, termasuk Kementerian Kehutanan dan instansi teknis lain. Seluruh kayu yang terdampar, termasuk ribuan kayu gelondongan terdampar di Pantai Tanjung Setia, kini diawasi ketat untuk kepentingan penyelidikan menyeluruh.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut