Kaleidoskop 2021, Tiga Jenderal Pilihan Presiden Jokowi
Pada 5 Juli 2002, Faruq berakhir ditangan tim yang dipimpin Kolonel Inf Andika Perkasa (kini Panglima TNI). Faruq lantas dideportasi. Dia diserahkan kepada AS dan dikirim ke fasilitas penahanan Bagram di Irak.
Jokowi memilih Mayor Jenderal TNI Suharyanto menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menggantikan Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito. Pelantikan Suharyanto sebagai Kepala BNPB di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/11/2021).
Mayjen TNI Suharyanto bukanlah orang baru di lingkungan Istana. Dia sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) pada periode 2019-2020 atau di era Presiden Jokowi. Setelah bertugas di Istana, Mayjen TNI Suharyanto mendapatkan amanah baru sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya.
“Tadi pada saat selesai pelantikan juga Bapak Presiden berpesan kepada kami, ini musim bencana sehingga kami harus segera bekerja,” ujar Suharyanto, dalam keterangan persnya, di Istana Negara, Jakarta usai pelantikan.
BNPB, tegas Suharyanto, harus hadir di setiap tahap penanggulangan bencana, mulai dari upaya meningkat kesadaran dan edukasi masyarakat, mitigasi, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“(BNPB) harus hadir pada saat terjadinya bencana, tanggap darurat, sehingga masyarakat yang terdampak bencana ini dapat dipastikan tidak terlalu lama menanggung akibat dampak bencana. Setelah itu juga BNPB perlu hadir dalam program-program rehabilitasi dan rekonstruksi,” tegasnya.
Editor: Faieq Hidayat