Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Optimistis RI Lepas dari Kutukan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Jumbo! Potensi Ekonomi Halal Dunia Diproyeksi 9,3 Triliun Dolar AS pada 2030

Rabu, 22 April 2026 - 13:52:00 WIB
Jumbo! Potensi Ekonomi Halal Dunia Diproyeksi 9,3 Triliun Dolar AS pada 2030
Chairman Forum Bisnis Negara Islam Asia Pasifik (B57+) Arsjad Rasjid mengungkap potensi ekonomi halal global tembus 9,3 triliun di 2030. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Potensi ekonomi halal global diproyeksikan mencapai 9,3 triliun dolar AS pada 2030. Namun, besarnya peluang tersebut dinilai tidak akan berdampak signifikan tanpa konektivitas dan kolaborasi lintas negara yang kuat.

"Potensi tanpa konektivitas hanya akan menjadi angka di atas kertas. Tugas kita adalah menerjemahkan potensi ini menjadi manfaat ekonomi yang nyata," ujar Chairman Forum Bisnis Negara Islam Asia Pasifik (B57+) Arsjad Rasjid dalam acara Halal bi Halal Forum Bisnis Negara Islam Asia Pasifik B57+ di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menyebutkan, ekonomi halal merupakan salah satu pasar paling siap dan potensial di dunia. Bahkan, ekonomi halal global diproyeksikan mencapai hingga 9,3 triliun dolar AS hingga 2030, melampaui batas agama, budaya, dan geografi. Namun, potensi tersebut hanya dapat dimaksimalkan jika didukung kolaborasi yang terorganisir, terpercaya, dan saling terhubung.

Dalam konteks tersebut, Arsjad menilai kehadiran B57+ menjadi langkah strategis untuk menjembatani kerja sama antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Islam serta mitra global lainnya. Inisiatif ini merupakan pengembangan dari Islamic Chamber of Commerce and Development yang bertujuan membangun konektivitas perdagangan, investasi, dan jaringan bisnis secara konkret.

"Tanda plus dalam B57+ mencerminkan inklusivitas, yakni membuka kolaborasi tidak hanya antar 57 negara anggota OKI, tetapi juga dengan negara mitra strategis di seluruh dunia," kata Arsjad.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut