Jokowi Wajib Pastikan Proyek Infrastruktur Tepat Waktu
JAKARTA, iNews.id - Pengerjaan infrastruktur harus menjadi prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepanjang 2018. Kemampuan menyelesaikan proyek pembangunan menjadi modal bagus bagi Jokowi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Pengamat politik Emrus Sihombing menilai, Jokowi harus mengebut sejumlah proyek pembangunan seperti pelabuhan, waduk dan program sejuta rumah pada tahun 2018. Menurutnya, semua rencana pembangunan itu harus terwujud di tahun terakhir Pemerintahan Joko Widodo.
"Kalau itu (pembangunan) benar-benar terwujud dia (Jokowi) akan sukses mendapat respons positif dari masyarakat," ucap Emrus di Jakarta, Senin (1/1/2018).
Tetapi, kata dia, jika proyek pembangunan gagal terealisasi sesuai rencana, ini bisa tak menguntungkan Jokowi. Para pengkritik dan juga lawan politik bisa memanfaatkan kegagalan itu sebagai senjata.
"Ini menjadi tantangan bagi Jokowi. Kalau gagal saya kira ini akan menjadi kalkulasi bagi masyarakat yang memiliki hak suara untuk memperhitungkan apakah masih memilih Joko Widodo atau tidak," katanya.
Emrus menilai partai politik berideologi nasionalis berpotensi menang dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Sedangkan untuk calon presiden, dia meyakini nama Jokowi dan Prabowo Subianto masih teratas dan akan bersaing ketat.
"PDIP, Golkar, NasDem atau partai baru dengan ideologi nasionalis seperti Perindo kelihatannya akan memenangkan pemilu legislatif. Partai dengan garis ideologi kepercayaan saya pikir belum dan belum pernah menjadi pemenang setelah reformasi," ujarnya.
Berdasarkan hasil survei elektabilitas Indo Barometer yang dirlis pada awal desember 2017, Jokowi unggul di atas Parbowo. Dari 23 tokoh yang disajikan, mantan gubernur DKI Jakarta itu menempati posisi pertama dengan 34,9 persen dan Prabowo hanya 12,1 persen. Bahkan Indo Barometer juga merilis survei head to head antara Jokowi dengan Prabowo, seperti pada Pilpres 2014. Hasilnya, Jokowi masih unggul jauh.
"Dukungan publik terhadap Jokowi sebanyak 50,9 persen dan Prabowo sebanyak 20,8 persen. Warga tidak menjawab 28,3 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari di Jakarta, Minggu (3 Desember 2017).
Hasil serupa juga ditunjukan lembaga survei lain, yakni Polmark. Pada 18 Desember tahun lalu, hasil survei menunjukkan elektabilitas Jokowi sekitar 41 persen dan Prabowo hanya 15,9 persen.
Editor: Achmad Syukron Fadillah