Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Respons Ade Armando dan Abu Janda usai Dipolisikan terkait Video Ceramah JK
Advertisement . Scroll to see content

JK Tegaskan Ceramah soal Fakta Konflik Poso-Ambon: Ade Armando Jangan Ngomong Seenaknya!

Selasa, 21 April 2026 - 14:55:00 WIB
JK Tegaskan Ceramah soal Fakta Konflik Poso-Ambon: Ade Armando Jangan Ngomong Seenaknya!
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK). (Foto: Jonathan Simanjuntak)
Advertisement . Scroll to see content

"Jangan Ade Armando ngomong seenaknya saja. Dibilang lagi bahwa diperintahkan. Siapa yang bilang diperintahkan? Perintahkan, ah ndak ada itu. Makin gila dia ngomongnya," ujar JK.

Dia menegaskan upaya mengumpulkan tokoh-tokoh perdamaian ini dilakukan untuk membuat situasi lebih membaik. Dia berharap masyarakat tidak terpecah belah oleh narasi yang memfitnah dirinya.

"Tadi teman, para tokoh agama itu diharapkan untuk mensosialisasikan. Tentu lewat anda semua, media semua. Untuk apa itu? Agar masyarakat memahami, jangan mau dipecah belah oleh orang-orang yang memfitnah itu. Nah itu tugasnya," tutup Jusuf Kalla.

Diketahui, sejumlah tokoh agama yang pernah terlibat langsung dalam proses Perjanjian Malino I dan Perjanjian Malino II turut hadir dalam pertemuan tersebut. 

Mewakili Poso, hadir perwakilan tokoh Kristen dari Sinode Gereja Kristen Tentena seperti Pendeta Rudolf Metusala, Pendeta Jetroson Rense, Pendeta Dajaramo Tasiabe, dan Pendeta Rinaldi Damanik (yang juga menjadi delegasi dalam Perundingan Malino I).

Sementara dari tokoh Muslim Poso, tampak Ustaz Sugianto Kaimuddin yang juga pernah menjadi delegasi Malino I hadir. Dia terlihat juga bersama Ustaz Muh Amin, Ustaz Samsul Lawenga, dan Ustaz Mualim Fauzil.

Adapun dari Maluku, hadir tokoh lintas agama yang berperan dalam Perundingan Malino II, di antaranya Pendeta Prof John Ruhulessin dari Gereja Protestan Maluku, Prof Hasbullah Toisutta selaku tokoh Muslim dan mantan Rektor UIN Ambon, serta Ustaz Hadi Basalamah.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut