Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kesatuan Aksi Pemuda Kristen: JK Tak Bermaksud Provokasi saat Ceramah di UGM
Advertisement . Scroll to see content

JK soal Polemik Mati Syahid: Saya Ceramah di Masjid, Istilah Martir Jemaah Tak Tahu

Sabtu, 18 April 2026 - 18:16:00 WIB
JK soal Polemik Mati Syahid: Saya Ceramah di Masjid, Istilah Martir Jemaah Tak Tahu
Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK). (Foto: Ari Sandita Murti)
Advertisement . Scroll to see content

Dalam ceramahnya itu, dia mengungkapkan tentang konflik dan contohnya, seperti di Eropa, perang dunia, hingga peristiwa yang terjadi di Indonesia.

"Dan bagaimana konflik di Indonesia, ada konflik karena ideologi di Madiun, ada konflik karena wilayah sepeti Timor Timur, konflik ekonomi seperti di Aceh, saya jelaskan satu per satu. Kemudian 1 menit saja saya bicarakan konflik karena agama," tutur dia.

Dia mencontohkan konflik di Indonesia, misalnya di Poso. Konflik itu terjadi salah satunya karena faktor isu agama, khususnya tentang syahid dan martir dalam agama Islam dan Kristen.

Dia lantas menggunakan diksi mati syahid karena berceramah di hadapan jemaah masjid yang tidak mengerti istilah martir.

"Saya mendamaikan ini, apa saya menista agama? Saya pertaruhkan jiwa saya masuk ke daerah itu. Saya tahu kenapa dia berbuat begitu, dia pikir ini perang agama (perang suci), siapa yang meninggal akan syahid untuk Islam, Kristen namanya martir, tapi saya berada di masjid, (jemaah) tidak mengerti martir, karena hampir sama syahid dengan martir, cuma bedanya caranya," ungkapnya.

Diketahui, pernyataan Jusuf Kalla terkait mati syahid dalam ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) menuai polemik dan berujung pelaporan ke Polda Metro Jaya oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama sejumlah organisasi lainnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut