Jalan Hidup Kahardiman: dari UGM ke TNI AU, Ditempa Benny Moerdani, Melesat Jadi Hakim Agung
Putaran kehidupan ternyata tak membawa Kahardiman berkutat sebagai akademisi. Justru karier militer lah yang akhirnya menjadi tambatan hati. Semua berawal dari perbincangan dengan sang paman (dari pihak ibu), tentara AU berpangkat kapten. Namanya, Tranggono SH. Kahar mengikuti saran Tranggono untuk mendaftar AURI (kini TNI AU) di Tanah Abang, Jakarta.
Pilihan ini jelas berbeda dengan keinginan ayahnya. Belakangan diketahui bahwa sang bapak berharap Kahar dengan status Meester in de Rechten (sarjana hukum) dapat bekerja di lembaga keuangan terkenal, tampil necis, wangi dan banyak uang.
“Bapak dengar, kerja di AURI itu gajinya kecil. Kamu harus siap miskin,” kata Soehirman. “Iya pak, saya tahu. Tapi saya tetap pada pendirian saya,” jawab Kahar tegas.
Perjalanan karier sebagai serdadu penuh liku. Lulus Latihan Dasar Kemiliteran dan resmi menyandang pangkat letnan satu, Kahardiman mendapat penugasan pertama sebagai Kepala Kejaksaan Wing Operasi 1 Halim Perdanakusuma.
Sebagai Oditur (jaksa militer), pekerjaan Kahar tak jauh-jauh dari menuntaskan penanganan perkara. Tapi, ketika meletus G30 S/PKI episode baru muncul mewarnai kehidupannya. Begitu pemberontakan berhasil ditumpas TNI, para pelaku diadili dan disidangkan.