Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penampakan Emas 1,3 Kg hingga Uang Dolar Singapura dari Kasus Suap Pejabat Pajak Jakut
Advertisement . Scroll to see content

Jadi Tersangka Kasus Suap, Kekayaan Kepala Kantor Pajak Jakut Dwi Budi Iswahyu Tembus Rp4,8 Miliar

Minggu, 11 Januari 2026 - 15:56:00 WIB
Jadi Tersangka Kasus Suap, Kekayaan Kepala Kantor Pajak Jakut Dwi Budi Iswahyu Tembus Rp4,8 Miliar
Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara Dwi Budi Iswahyu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemeriksaan pajak. (Foto: Jonathan Simanjuntak)
Advertisement . Scroll to see content

B. Alat Transportasi dan Mesin
Total: Rp406.000.000

1. Mobil Mazda Sedan tahun 1987 – Rp10.000.000
2. Mobil BMW 323i Sedan tahun 1996 – Rp40.000.000
3. Motor Piaggio tahun 2014 – Rp17.000.000
4. Motor Vespa Piaggio Primavera tahun 2017 – Rp19.000.000
5. Motor Honda Rebel CMX500 tahun 2018 – Rp120.000.000
6. Mobil Toyota Fortuner tahun 2016 – Rp200.000.000

C. Harta Bergerak Lainnya
Rp185.000.000

D. Surat Berharga
Nihil

E. Kas dan Setara Kas
Rp532.448.881

F. Harta Lainnya
Rp151.980.475

Rekapitulasi

Sub Total Harta: Rp6.021.119.023
Utang: Rp1.146.442.488
Total Harta Kekayaan Bersih: Rp4.874.676.535

Sebelumnya, tiga pegawai pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara terjerat kasus dugaan korupsi terkait diskon nilai pajak terhadap PT Wanatiara Persada (WP). Para pelaku ternyata juga sempat melakukan modus yang sama kepada perusahaan atau wajib pajak lainnya. 

Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu menjelaskan hal ini terdeteksi dari barang bukti yang berhasil diamankan KPK dalam perkara korupsi diskon pajak terhadap Wanatiara Persada. KPK menemukan barang bukti hasil korupsi yang nilainya berbeda dari pemberian awal.

"Tadi kan pemberiannya (dalam kasus PT Wanatiara Persada) Rp4 miliar, tapi yang kita amankan Rp6,3 miliar lebih. Itu yang diakui oleh para terduga pelaku memang itu diperoleh dari hal yang sama, hal yang sama dari waktu yang lalu," kata Asep, Minggu (11/1/2026). 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut