Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Isu Reshuffle Dikaitkan Menteri Lingkaran Jokowi, Istana Beri Penjelasan
Advertisement . Scroll to see content

Istana Buka Suara soal Pemberian Kenaikan Pangkat ke Polisi yang Terluka saat Demo

Selasa, 02 September 2025 - 15:32:00 WIB
Istana Buka Suara soal Pemberian Kenaikan Pangkat ke Polisi yang Terluka saat Demo
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi buka suara soal pemberian kenaikan pangkat luar biasa pada polisi yang terluka saat kawal demo. (Foto: iNews.id/Riyan)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi buka suara terkait permintaan Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan pangkat luar biasa kepada polisi yang terluka saat mengawal demo.  

Mulanya, Hasan memastikan bahwa pemerintah tidak keberatan jika masyarakat menyampaikan aspirasi yang dilindungi oleh Undang-Undang (UU). Kemudian, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut harus dilakukan tanpa tindakan anarkistis.

“Tapi, pemerintah akan menindak tegas kalau ada sekelompok orang yang ingin melakukan tindakan anarki, merusak fasilitas publik, membakar fasilitas publik, menyerang gedung-gedung pemerintah, melakukan penjarahan dan lain-lain, itu tindakan kriminal, itu tindakan anarki. Jadi bedakan antara penyampaian aspirasi demonstran dengan tindakan anarki,” kata Hasan di Kemendagri, Selasa (2/9/2025).

Ia pun menjelaskan bahwa ada polisi yang terluka dalam bentrokan. Hasan menjelaskan bahwa polisi tersebut korban serangan brutal oleh pelaku anarki.

"Polisi yang menjadi korban kemarin itu adalah polisi yang menjadi korban tindakan anarki yang dilakukan oleh para pelaku anarki, pelaku penyusup, yang tidak menyampaikan aspirasi apa pun," ujar dia.

Dia menambahkan, kelompok demonstran biasanya membubarkan diri dengan tertib pada sore hari. Sedangkan, serangan brutal justru terjadi di malam hari.

“Karena demonstran kalau sudah sore mereka membubarkan diri, kalau yang menyerang polisi malam-malam, menyerang gedung pemerintah malam-malam, membakar halte, merupakan pelaku anarki yang oleh pemerintah harus ditindak tegas,” ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk menaikkan pangkat luar biasa kepada para anggota yang menjadi korban demonstrasi anarkis. 

"Saya sampaikan ke Kapolri saya minta semua petugas dinaikkan pangkat luar biasa karena bertugas di lapangan, membela negara, membela rakyat, menghadapi kalau demonstran murni yang baik justru oleh aparat harus dilindungi," kata Prabowo usai menjenguk korban terluka yang masih dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut