Hore! PPN DTP Pembelian Rumah Diperpanjang hingga 2026, Ini Syaratnya
"Jadi, kalau tahun ini kita punya 40.000 BSPS, 350.000 FLPP, dan sekitar 30.000 PPN DTP untuk rumah komersil, tahun depan ini totalnya akan lebih tinggi. Jadi sudah masuk di APBN 2026, tahun depan 400.000 unit, lalu FLPP-nya 350.000, lalu rumah komersilnya juga sekitar 40.000. Jadi tahun depan itu 770.000," kata dia.
Febrio menyampaikan, Kemenkeu tengah menyiapkan regulasi baru untuk implementasi insentif tahun depan, meskipun tetap mengacu pada aturan sebelumnya.
“Ya dalam waktu dekat, tapi ini kan melanjutkan apa yang sudah ada, jadi enggak lama," tuturnya.
Sebagai catatan, pemberian insentif PPN DTP tahun 2025 telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 60 Tahun 2025, yang berlaku sejak 25 Agustus 2025. PMK tersebut ditandatangani oleh Sri Mulyani pada 15 Agustus 2025 saat masih menjabat Menteri Keuangan.
Dalam aturan itu disebutkan, insentif PPN DTP 100 persen berlaku untuk penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun pada periode Juli hingga Desember 2025.
Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga keberlangsungan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan daya beli masyarakat di sektor perumahan.
Syarat penerima insentif juga tetap konsisten, antara lain rumah tapak atau satuan rumah susun baru dengan harga jual maksimal Rp5 miliar, siap huni, sudah memiliki kode identitas rumah, serta pertama kali diserahkan oleh pengembang yang berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan belum pernah dipindahtangankan.
Editor: Aditya Pratama