Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DPR Tetapkan Wahidah Suaib PAW Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Advertisement . Scroll to see content

Hore! Pemerintah-DPR Sepakat Tambah Subsidi Kapal Perintis untuk Layani Wilayah Terluar

Senin, 20 Juli 2026 - 12:07:00 WIB
Hore! Pemerintah-DPR Sepakat Tambah Subsidi Kapal Perintis untuk Layani Wilayah Terluar
Pemerintah dan DPR sepakat menambah dana subsidi untuk kapal perintis yang melayani wilayah terluar (foto: Achmad Al Fiqri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati untuk menambah dana subsidi untuk kapal perintis yang melayani wilayah terluar. Adapun nilai tambahan subsidi mencapai ratusan miliar.

Kesepakatan itu diambil setelah pemerintah menggelar rapat bersama pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang didampingi Wakil Ketua DPR Saan Mustopa.

Sementara perwakilan pemerintah dihadiri Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Ada juga COO Danantara Donny Oskaria, Dirut PT Pelni dan Dirut PT ASDP.

Prasetyo mengatakan, rapat turut mencari solusi terhadap masalah kebutuhan anggaran untuk penyeberangan perintis yang diselenggarakan Pelni maupun ASDP.

"Alhamdulillah rapat tidak berjalan terlalu lama karena sudah bisa kita sepakati dan angka-angka yang dibutuhkan oleh Menkeu langsung diberi kesanggupan, karena yang pertama bukan masalah angkanya, tetapi adalah ini bentuk prioritas dan atensi utama," kata Prasetyo usai rapat.

Dengan demikian, pemerintah dan DPR langsung menyepakati usulan dana subsidi yang diperuntukan bagi Pelni maupun ASDP. Bahkan, kata dia, pemerintah memberi penambahan anggaran untuk Damri.

"Kalau ASDP dan Pelni kan berhubungan dengan penyeberangan laut, yang darat ini kan Damri yang memiliki masalah yang sama tetapi tidak spesifik memerlukan tambahan anggaran, hanya skema pendanaan yang tadi kita sepakati untuk dicarikan solusi supaya tidak terjadi kembali seperti yang hari ini," ucap Prasetyo.

"Intinya administrasinya kita coba cari supaya bisa dipercepat, karena ini menyangkut kebutuhan dasar dari masyarakat, terutama di daerah-daerah perintis dan daerah 3T," tambahnya.

Prasetyo pun menyampaikan, pemerintah mengucurkan tambahan dana sebesar Rp139 miliar untuk ASDP dan sekitar Rp70 miliar untuk Pelni. Atas permohonan tambahan itu, pemerintah langsung menyetujuinya.

"Tadi disampaikan adalah kebutuhan sekitar Rp139 miliar untuk di ASDP, dan kurang lebih Rp70 sekian (miliar) untuk yang di Pelni. Sehingga tadi langsung kami bersama-sama kami berikan persetujuan untuk dua hal yang tersebut ya," ucap Prasetyo.

Selain itu, Prasetyo mengungkapkan, pemerintah menyetujui permohonan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sedianya, nilai ABT yang disetujui sebesar Rp2,4 triliun.

"Ya, untuk sementara kalau mekanisme ABT kan hanya untuk tahun anggaran tahun berjalan ya. Artinya di sisa semester kedua di tahun 2026 ini," ujar Prasetyo.

"Kurang lebih, kalau saya tidak salah ya, tadi di sekitar Rp2,3 atau Rp2,4 triliun," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut