Hari Pertama Operasi SAR Sriwijaya Air dari Udara, Begini Penampakannya
Selama di udara, pesawat beberapa kali melakukan manuver miring ke kiri. Jika ditotal, 10 hingga 15 kali pesawat berputar di antara Pulau Laki dan Pulau Lacang, Perairan Kepulauan Seribu.
Kondisi cuaca selama penerbangan tak begitu mengganggu jalannya proses pencarian meski saat lepas landas sebagian langit Jakarta sempat tertutup awan. Mendekati lokasi, cuaca berangsur cerah.
Dari atas, puluhan kapal besar dan kapal cepat terlihat menyisir di luasnya lautan. Air laut yang membiru di beberapa titik tampak sedikit menghitam.
Petugas SAR TNI AU menduga penyebab air laut menghitam karena tumpahan bahan bakar pesawat Sriwijaya Air. Sejumlah benda yang tidak bisa teridentifikasi dari atas tampak terapung-apung di sekeliling kapal-kapal SAR.
Peaawat CN-295 yang kami tumpangi akhirnya kembali ke Lanud Halim Perdanakusuma menjelang tengah hari. "Kita sudah merekam data yang cukup untuk menunjang pencarian," ujar Gilang seusai pendaratan.
Proses pendaratan berjalan mulus tanpa gangguan tepat dipukul 11.45 WIB. Kadispen TNI AU Marsma Indan Gilang Buldansyah mengatakan, ada tujuh personel TNI AU dikerahkan di dalam pesawat CN-295. Mulai dari kapten pilot hingga awak kabin.
Editor: Faieq Hidayat