Hari Pertama Operasi SAR Sriwijaya Air dari Udara, Begini Penampakannya
JAKARTA, iNews.id - TNI Angkatan Udara (AU) turut melakukan operasi terkoordinasi pencarian pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Kepulauan Seribu. Petugas memantau dari udara titik hilangnya pesawat dari radar.
TNI AU mengerahkan tiga armadanya yakni helikopter NAS 332 Super Puma, helikopter EC 725 Caracal dan pesawat CN-295. Sedangkan Basarnas menyertakan helikopter berjenis AW 305.
Semua diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pantauan MNC Portal di lokasi, Minggu (10/1/2021), helikopter milik Basarnas yang pertama lepas landas meninggalkan Suma 1 Baseops Lanud Halim Perdanakusuma. Alutsista ini terbang pukul 07.00 WIB.
Tak lama, Asops KSAU Marsda TNI Henri Alifiandi menaiki helikopter Caracal untuk melakukan peninjauan langsung. Sekitar pukul 09.30 WIB, giliran pesawat CN-295 yang lepas landas, dipiloti Kapten Gilang S Pranajaya.
Dispen TNI AU memberi tempat kepada 30 jurnalis untuk ikut melihat situasi terkini perairan Kepulauan Seribu melalui pantauan udara. Posisi dalam pencarian, jelas Gilang, berada di ketinggian 2.500 kaki di atas permukaan laut. Jika belum menunjukkan hasil, maka ketinggian bisa diturunkan hingga 500 kaki. Waktu yang ditempuh sekitar 1,5 jam.