Harga Cabai Rawit Merah Sempat Meroket, Ternyata Ini Penyebabnya
JAKARTA, iNews.id - Badan Pangan Nasional mengungkap curah hujan tinggi dan serangan hama menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga cabai rawit merah dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi cuaca yang kurang mendukung di sejumlah sentra produksi menyebabkan tanaman cabai rawit terserang Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
“Cabai rawit merah memang kalau hari hujan kemudian ada beberapa titik yang mengalami kena hama OPT dan lain sebagainya itu agak sedikit mengganggu,” ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
Namun demikian, dia mengklaim harga cabai nasional berangsur stabil dan pasokan mulai terjaga. Rerata harga cabai rawit merah nasional berada di kisaran Rp63.252 per kg, berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 12 Mei 2026.
Menurutnya, posisi tersebut jauh berbeda dibandingkan periode menjelang lebaran ketika harga di sejumlah pasar sempat berada di kisaran Rp120.000 per kilogram. Dia menambahkan distribusi yang lancar juga membuat tekanan harga yang sempat meningkat pada periode lebaran kini berangsur turun.
Harga Cabai Rawit Merah Masih Rp100.000 per Kg, Mendag: Problemnya Cuaca
“Tapi secara pasokan kami pantau relatif bagus, secara prinsip sudah turun banyak. Pada saat menjelang lebaran itu kan menjelang bulan puasa sampai lebaran itu harga cabai rawit merah itu sudah di posisi Rp120.000-an di pasar. Sekarang sudah turun jauh,” ujarnya.