Gus Ipul: Jangan Ada Titipan hingga Sogok-Menyogok di Seleksi Sekolah Rakyat!
JAKARTA, iNews.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan tidak boleh ada praktik suap dalam proses seleksi Sekolah Rakyat. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur pihak yang menawarkan jalur masuk dengan imbalan uang.
Menurutnya proses masuk sekolah rakyat dilakukan tanpa pendaftaran. Oleh karena itu, seleksi para calon siswa dilakukan selektif dan tidak ada proses penyuapan.
"Untuk itu tidak perlu masyarakat itu untuk apa ya katakanlah melakukan pendekatan, apalagi sampai mau membayar, itu adalah penipuan. Jadi tidak ada itu jadi ikuti saja proses yang ada karena Sekolah Rakyat ini adalah untuk keluarga yang paling tidak mampu," ucap Gue Ipul di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).
"Saya ingin sampaikan, jangan ada suap-menyuap, jangan ada titipan, jangan ada sogok-menyogok ya, jangan ada penyimpangan dalam proses seleksi Sekolah Rakyat," sambung dia.
Mensos: Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Pakai DTSEN Bukan Pendaftaran, Waspada Penipuan!
Ia menjelaskan tahun ini Sekolah Rakyat diperkirakan menampung hingga 30.000 siswa. Jika ditambah dengan tahun lalu, tahun ini sekolah rakyat akan menampung 46.000 siswa.