Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Advertisement . Scroll to see content

Golkar Dorong Pemerintah Perkuat Fiskal usai Harga Minyak Dunia Turun: Jangan Disia-siakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:34:00 WIB
Golkar Dorong Pemerintah Perkuat Fiskal usai Harga Minyak Dunia Turun: Jangan Disia-siakan
Ilustrasi harga minyak dunia. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, M Sarmuji meminta pemerintah bergerak cepat merespons penurunan harga minyak dunia pascatercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat fiskal dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Sarmuji menjelaskan harga minyak Brent turun hampir 4 persen menjadi sekitar 83,92 dolar AS per barel pada perdagangan Senin (15/6/2026) pagi. Angka itu turun dari posisi penutupan Jumat (12/6/2026) yang mencapai 87,33 dolar AS per barel.

"Ini momentum yang tidak boleh disia-siakan. Pemerintah harus bergerak cepat dan terukur untuk mengonversi perdamaian ini menjadi manfaat nyata bagi rakyat Indonesia," kata Sarmuji dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6/2026).

Menurut Sarmuji, salah satu langkah yang dapat segera dilakukan pemerintah adalah melakukan perbaikan fiskal melalui evaluasi dan penyesuaian subsidi energi secara bertahap seiring normalisasi harga minyak global. Dia menilai ruang fiskal yang sebelumnya tergerus akibat pembengkakan subsidi BBM kini kembali terbuka.

"Anggaran yang sebelumnya terpaksa dialokasikan untuk menutup pembengkakan subsidi dapat dialihkan dan difokuskan pada sektor-sektor strategis dan prioritas, seperti infrastruktur, pendidikan, dan perlindungan sosial yang manfaatnya lebih langsung dirasakan rakyat," tutur Sarmuji.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut