Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Laporkan Saiful Mujani-Islah Bahrawi, Presidium 08: Jelas-Jelas Ajak Turunkan Prabowo di Luar Konstitusi
Advertisement . Scroll to see content

Gayus Lumbuun Sebut Pernyataan Saiful Mujani soal Seruan Jatuhkan Pemerintah Bisa Berujung Makar

Selasa, 14 April 2026 - 20:15:00 WIB
Gayus Lumbuun Sebut Pernyataan Saiful Mujani soal Seruan Jatuhkan Pemerintah Bisa Berujung Makar
Hakim Agung 2011-2018, Gayus Lumbuun dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Seruan Berujung Laporan, Ada Gerakan Makar?' yang disiarkan di iNews, Selasa (14/4/2026). (Foto: tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Hakim Agung 2011-2018, Gayus Lumbuun menilai pernyataan peneliti dan akademisi Saiful Mujani terkait pemakzulan Presiden Prabowo Subianto bisa berujung pada makar. Ucapan yang disampaikan Saiful tersebut diketahui viral di media sosial hingga berujung pada pelaporan ke polisi.

Gayus menyoroti pernyataan Saiful Mujani dalam sebuah tayangan video yang telah beredar luas tersebut. Dia menyebut terdapat ciri-ciri bahwa keterangan yang disampaikan peneliti tersebut inkonstitusional.

"Untuk bung saiful saya menemukan ciri-ciri bahwa itu sudah inkonstitusional soal bagaimana menyikapi kalau memberikan saran, sarannya tidak memiliki ciri-ciri untuk yang positif. "Tapi tidak perlu impeachment", kalimat ini sangat inkonstitusional menurut pandangan saya," ucap Gayus dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Seruan Berujung Laporan, Ada Gerakan Makar?' yang disiarkan di iNews, Selasa (14/4/2026).

Dia menambahkan, pernyataan yang dilontarkan Saiful berpotensi mengarah ke makar jika hasutan yang disampaikan berhasil dan diikuti masyarakat.

"Pada ujungnya bisa berpotensi (makar) kalau hasutannya berhasil. Kan yang tadinya tidak setuju bisa setuju, itu ciri-cirinya, karena apa? Mudah, tidak usah berproses ke DPR, MPR, MK, dan seterusnya, itu paling mudah dianggap dengan tujuan yang direncanakan dia berhasil dengan tujuan menghasut," kata dia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut