Garda Prabowo Nilai Pernyataan Tiyo Ardianto terhadap Presiden Lewati Batas Kepatutan
JAKARTA, iNews.id - Garda Prabowo menilai pernyataan yang disampaikan eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto terhadap Presiden Prabowo Subianto telah melampaui batas kepatutan.
Pengacara Garda Prabowo, Ferdinand Hutahaean mengatakan, pihaknya menyoroti sejumlah pernyataan Tiyo, termasuk analogi soal kucing yang digunakan saat menyampaikan kritik kepada Prabowo.
"Ucapan Tiyo yang kita anggap sudah di luar batas kepatutan dengan membandingkan presiden dengan analogi tertentu," kata Ferdinand dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Tiyo Eks Ketua BEM UGM Dilaporkan, Kritik atau Penghinaan?' yang disiarkan di iNews, Selasa (23/6/2026).
Ferdinand menambahkan, pihaknya juga menyoroti temuan perangkat PBX Finder di kendaraan yang ditumpangi Tiyo. Menurutnya, narasi yang dibangun Tiyo terlalu cepat mengaitkan dengan pemerintah, meski tidak mengetahui siapa pihak yang memasangnya.
"Padahal itu bukan alat pelacak, tapi Tiyo menyampaikan sesuatu dan dia tidak tahu siapa yang memasang tapi dia berani bernarasi bahwa itu dipasang pemerintah, penguasa, seolah-olah pemerintah takut kepada Tiyo, dan itu menjadi situasi semakin gaduh seolah-olah pemerintah itu represif," ucapnya.
Ferdinand menilai, Tiyo terlebih dahulu menelusuri asal-usul perangkat tersebut, termasuk menanyakan kepada pihak yang memberikan atau menyediakan kendaraan yang digunakannya.
"Jadi yang saya sampaikan ketika itu ditanya dulu kepada yang memberi mobil itu, pernah ga memasang alat itu? Jadi jangan langsung menuduh," ujarnya.
Dia menyebut, tuduhan yang disampaikan tanpa dasar yang jelas dapat dikategorikan sebagai penyebaran informasi bohong. Ferdinand turut mengungkit kasus tersebut dengan perkara yang pernah menjerat Ratna Sarumpaet pada 2019.
"Tuduhan itu kami anggap penyebaran hoaks. Kasus ini kalau kita bandingkan identik dengan kasus Ratna Sarumpaet 2019, menyampaikan sesuatu seolah-olah terjadi padahal tidak terjadi," ucapnya.
Sebelumnya, Tiyo mengaku menemukan alat pelacak yang diduga dipasang pada kendaraan yang ditumpanginya setelah mengikuti aksi Gejayan di Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Tiyo menyebut telepon genggamnya menerima notifikasi mengenai keberadaan sebuah alat pelacak bernama PBX Finder yang bergerak bersamanya. Setelah dilakukan pengecekan, perangkat tersebut disebut ditemukan berada di bawah kendaraan yang digunakannya.
Tiyo mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang memasang perangkat tersebut. Namun, dia mengaitkan temuan itu dengan aktivitas kritik yang selama ini disuarakannya.
Editor: Aditya Pratama