G30S PKI: Fakta Sejarah, Kronologi, Tujuan dan Latar Belakang
1. PKI pernah melakukan pemberontakan di Madiun pada tahun 1948 tetapi gagal. Pada tahun 1950, PKI muncul kembali dan ikut terlibat dalam politik Indonesia
2. D N Aidit dengan cepat membangun kembali PKI hingga pada Pemilu 1955, PKI termasuk dalam lima partai besar di Indonesia
3. Kondisi sosial-politik di masa Demokrasi Terpimpin memberikan peluang kepada PKI untuk memperkuat pengaruhnya. Berlakunya doktrin Nasakom (Nasionalisme, Agama dan Komunisme) turut mengangkat kedudukan PKI dalam percaturan politik
4. Pengaruh PKI berkembang luas di kalangan seniman, wartawan, guru, mahasiswa, dosen, kaum cendekiawan, bahkan militer, yakni perwira TNI.
Penumpasan G30S PKI dipimpin oleh Mayjen Soeharto. Langkah pertama yang dilakukan adalah menetralisir dan menyadarkan kesatuan-kesatuan TNI yang dipengaruhi oleh PKI.
Kemudian, Mayjen Soeharto mengeluarkan pernyataan sebagai berikut
1. Gerakan 30 September adalah suatu pemberontakan untuk merebut kekuasaan
2. Enam perwira tinggi Angkatan Darat telah diculik
3. Presiden Soekarno dalam keadaan aman dan sehat
4. Rakyat diminta tetap tenang dan waspada
Akhirnya, orang-orang yang terlibat dalam G30S PKI tersebut ditangkap dan ditahan. Bahkan, beberapa dibuang ke pulau Nusakambangan atau pulau Buru.
Editor: Puti Aini Yasmin