Emrus Sihombing Bicara Efek Pantul Cermin Film Pesta Babi: Semakin Dilarang, Semakin Booming
JAKARTA, iNews.id - Pengamat politik Emrus Sihombing mengatakan pelarangan pemutaran Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale yang terjadi di sejumlah wilayah justru membuat film dokumenter tersebut semakin meledak. Menurut dia, masyarakat akan semakin penasaran dengan film itu.
"Saya prihatin terhadap kasus ini, kenapa ada pelarangan, tetapi di sisi lain kalau kita lihat teori efek cermin justru yang melarang itu mempromosikan film itu. Kalau tidak dilarang tidak se-booming itu. Jadi justru dia membantu, inilah efek pantul cermin," ujar Emrus dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Ada Apa di Balik Film Pesta Babi?' yang disiarkan iNews, Selasa (19/5/2026).
Emrus mengaku memiliki riwayat pendidikan S2 Komunikasi Pembangunan dari IPB, sehingga paham betul tentang pelaksanaan pembangunan.
"Artinya, berdialoglah dengan masyarakat, berikan kesadaran, berikan pengetahuan, berikan perubahan sehingga mereka bisa menerima suatu ide atau inovasi. Lalu setelah pembangunan dilakukan, lakukan komunikasi," tuturnya.
Dia mengajak masyarakat untuk melihat pembangunan yang terjadi di wilayah Papua sebagaimana dalam film tersebut. Dia mempertanyakan apakah dalam proses komunikasi tersebut telah dilakukan.