Eks Direktur WHO Ungkap Setiap 2 Menit 1 Ibu Meninggal Dunia saat Melahirkan
JAKARTA, iNews.id – Peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April sejatinya menjadi momentum emas untuk merefleksikan sejauh mana negara hadir dalam melindungi kaum perempuan. Namun, di balik seremonial ini, terselip data kelam tentang kesehatan kaum perempuan.
Menurut Prof Tjandra Yoga Aditama, pakar kesehatan global yang juga Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, mengacu pada data terbaru WHO per April 2025, sepanjang tahun 2023, setiap hari ada lebih dari 700 perempuan meninggal dunia akibat komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan dan kelahiran.
"Data dunia menunjukkan bahwa kematian maternal terjadi hampir setiap dua menit sekali. Ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang sebenarnya sebagian besar dapat dicegah jika sistem kesehatan bekerja dengan optimal," ujar Prof Tjandra.
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu melanjutkan, masalah utama yang disoroti adalah aksesibilitas. Banyak kematian terjadi karena keterlambatan dalam tiga hal.
Wanita Muda dan Bayinya Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Diduga Melahirkan Tanpa Bantuan Medis
Pertama, terlambat mengenali tanda bahaya, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, dan terlambat mendapatkan penanganan medis yang adekuat. Di banyak belahan dunia, fasilitas kesehatan masih belum merata, terutama di daerah terpencil.