Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Kuartal I 2026, MBG hingga THR jadi Pendorong
Sektor jasa lainnya tumbuh 9,91 persen, didorong oleh peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara serta sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Dari sisi pengeluaran, Amalia menjelaskan penyumbang utama pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan konsumsi pemerintah. Hal ini didorong oleh konsumsi masyarakat karena momentum hari besar keagamaan serta berjalannya program prioritas pembangunan pemerintah.
Kinerja konsumsi rumah tangga utamanya didorong oleh mobilitas penduduk, berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi, serta berbagai stimulus pemerintah untuk mendorong konsumsi seperti diskon tiket transportasi, pemberian THR atau gaji ke-14, serta penetapan BI rate pada level 4,75 persen sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.
Komponen lainnya yang mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran seperti PMTB tumbuh sebesar 5,96 persen. Angka ini didorong oleh investasi pemerintah, antara lain pembangunan terkait prioritas nasional dan investasi swasta.
Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh impresif hingga 21,81 persen seiring meningkatnya realisasi belanja pegawai melalui pembayaran gaji ke-14 (THR) serta peningkatan belanja barang dan jasa terutama melalui program untuk masyarakat: Makan Bergizi Gratis (MBG).
BPS merinci pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 di Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi menempati posisi teratas sebagai wilayah yang perekonomiannya tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan tertinggi terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebesar 7,93 persen, diikuti Sulawesi 6,95 persen serta Jawa 5,79 persen
Editor: Puti Aini Yasmin