Ekonom Sebut Penutupan Selat Hormuz Berdampak terhadap APBN, Defisit Bisa Lewati 3 Persen
"Penanfaatan dan produksi kendaraan listrik (sepeda motor dan mobil termasuk untuk transportasi publik) lebih banyak diberi insentif dan fasilitas pendukunganya (pajak, tempat pengisian listrik SPKLU) dan sebagainya," katanya.
Bahlil Hitung Ulang Anggaran Subsidi Energi usai Selat Hormuz Ditutup
Ketiga, Naja menilai stimulus ekonomi perlu digencarkan agar ekonomi, pemangkasan birokrasi berbelit untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM bisa tumbuh dan berkembang. Sehingga peran UMKM bisa menjadi bantalan perekonomian nasional.
"Kita perkuat ekonomi domestik. Ingat dalam setiap krisis ada peluang untuk bangkit dan berkembang," tuturnya.
Keempat, pembatalan perjanjian dagang RI-AS (agreement on reciprocal trade/ART). Naja mengatakan, hal ini bisa melalui jalur pengajuan resmi dari pemerintah RI ke AS dengan alasan putusan Mahkamah Agung AS pada 20 Februari 2020, yang membatalkan kebijakan tarif Trump.
"Pemberlakuan ART akan sangat memberatkan fiskal RI yang juga mesti mengatasi lonjakan harga minyak global," ucapnya.
Editor: Aditya Pratama