Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Bahas Penutupan Selat Hormuz, Stok Minyak RI Disorot
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Alihkan Impor Minyak ke AS Imbas Penutupan Selat Hormuz 

Selasa, 03 Maret 2026 - 18:00:00 WIB
Pemerintah Alihkan Impor Minyak ke AS Imbas Penutupan Selat Hormuz 
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (Foto: Rohman Wibowo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mengalihkan impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) dari Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS). Hal ini dilakukan menyusul penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menuturkan, kebijakan ini diambil sebagai langkah mitigasi risiko pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

"Setelah tadi kita detailing, total impor crude kita dari middle east itu kurang lebih sekitar 20-25 persen. Skenarionya adalah, sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari middle east sebagian kita alihkan untuk ambil di Amerika," ucap Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Bahlil menambahkan, pengalihan impor ini dilakukan dengan mengambil skenario terburuk apabila ketegangan berlangsung lama dan tidak dapat diprediksi kapan berakhir. Pemerintah, kata dia, tidak ingin terjebak pada asumsi konflik akan segera mereda dalam waktu dekat.

"Sekalipun ada yang mengatakan selesai lima hari atau empat minggu, keyakinan kami setelah kajian, ini tidak bisa kita ramalkan kapan selesai. Bisa cepat, bisa lambat. Maka kita ambil alternatif terjelek," tuturnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut