Pemerintah Alihkan Impor Minyak ke AS Imbas Penutupan Selat Hormuz
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mengalihkan impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) dari Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS). Hal ini dilakukan menyusul penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menuturkan, kebijakan ini diambil sebagai langkah mitigasi risiko pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
"Setelah tadi kita detailing, total impor crude kita dari middle east itu kurang lebih sekitar 20-25 persen. Skenarionya adalah, sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari middle east sebagian kita alihkan untuk ambil di Amerika," ucap Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Bahlil menambahkan, pengalihan impor ini dilakukan dengan mengambil skenario terburuk apabila ketegangan berlangsung lama dan tidak dapat diprediksi kapan berakhir. Pemerintah, kata dia, tidak ingin terjebak pada asumsi konflik akan segera mereda dalam waktu dekat.
Konflik AS-Israel Vs Iran Memanas! Menko Airlangga Sebut Pasokan Minyak RI Terancam
"Sekalipun ada yang mengatakan selesai lima hari atau empat minggu, keyakinan kami setelah kajian, ini tidak bisa kita ramalkan kapan selesai. Bisa cepat, bisa lambat. Maka kita ambil alternatif terjelek," tuturnya.