Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hipotermia, Remaja Putri Pendaki Gunung Agung asal Tabanan Dievakuasi Tim SAR
Advertisement . Scroll to see content

Dramatis! SAR Evakuasi Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran, Begini Kondisinya

Senin, 13 April 2026 - 14:47:00 WIB
Dramatis! SAR Evakuasi Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran, Begini Kondisinya
Ilustrasi tim SAR gabungan mengevakuasi bayi hipotermia di Gunung Ungaran. (Foti: Dok)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id – Aksi penyelamatan dramatis dilakukan tim SAR gabungan terhadap seorang bayi perempuan berusia 1,5 tahun yang mengalami hipotermia parah di Puncak Bondolan, Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (11/4/2026). 

Balita tersebut dalam kondisi kritis setelah cuaca ekstrem melanda kawasan puncak secara tiba-tiba.

Korban yang diketahui bernama Lan Lan, warga Candi Golf, Tembalang, Kota Semarang, dibawa oleh kedua orang tuanya mendaki hingga mencapai area puncak sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, kebahagiaan keluarga tersebut berubah menjadi kepanikan saat hujan deras dan suhu dingin yang menggigit membuat kondisi fisik sang bayi menurun drastis.

Beruntung, saat kejadian tim Basarnas tengah bersiaga khusus untuk mengawal ajang Semarang Mountain Race. Begitu menerima laporan adanya pendaki balita yang kritis, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi.

"Suhu tubuhnya turun drastis, kondisi kritis. Tim Basarnas yang tengah siaga di event Semarang Mountain Race langsung bergerak cepat menuju Puncak Bondolan," ujar keterangan resmi Basarnas melalui unggahan video di akun YouTube @BasarnasOfficial, Minggu (12/4/2026).

Dalam rekaman video yang beredar, balita malang tersebut terus menangis dan menunjukkan tanda-tanda kedinginan yang hebat. Setibanya di lokasi, petugas SAR langsung melakukan langkah-langkah medis darurat untuk menstabilkan suhu tubuh korban.

Petugas berupaya keras memberikan penghangatan tubuh (skin-to-skin dan alat pelindung panas) guna menghindari kondisi yang lebih fatal. Setelah kondisi korban mulai menunjukkan tanda-tanda stabil, tim kemudian mengevakuasi bayi tersebut bersama orang tuanya turun melalui jalur Basecamp Perantunan.

"Petugas berupaya keras menghangatkan tubuh korban dan menstabilkan kondisinya. Setelah penanganan awal berhasil, korban dievakuasi turun ke basecamp," lanjut pernyataan tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut