Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Detik-Detik Bayi 1,5 Tahun Alami Hipotermia di Gunung Ungaran, Menangis Kedinginan Dibalut Aluminium Foil
Advertisement . Scroll to see content

Hipotermia pada Anak Bisa Berujung Kematian, Orang Tua Wajib Paham!

Senin, 13 April 2026 - 18:02:00 WIB
Hipotermia pada Anak Bisa Berujung Kematian, Orang Tua Wajib Paham!
Hipotermia pada anak sangat berisiko kematian. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kasus bayi berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia di kawasan Gunung Ungaran, Semarang, menjadi sorotan publik. Peristiwa ini kembali membuka mata banyak pihak tentang bahaya paparan suhu dingin ekstrem terhadap anak-anak.

Pakar kesehatan sekaligus epidemiolog, dr Dicky Budiman, menegaskan bahwa hipotermia pada anak bukan kondisi sepele. Ia menyebut, dalam dunia medis, hipotermia merupakan kondisi darurat yang bisa berujung fatal bila tidak ditangani dengan cepat.

"Hipotermia itu bukan sekadar kedinginan. Ini kondisi medis serius ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius dan bisa berkembang cepat hingga menyebabkan kematian," kata dr Dicky saat dihubungi iNews.id, Senin (13/4/2026). 

Menurutnya, anak memiliki kerentanan biologis yang jauh lebih tinggi dibanding orang dewasa. Salah satunya karena rasio luas permukaan tubuh anak lebih besar, sehingga panas tubuh lebih cepat hilang.

Selain itu, sistem termoregulasi pada anak belum matang, sehingga tubuh mereka belum mampu menjaga suhu secara stabil. Kemampuan menggigil sebagai mekanisme alami untuk menghasilkan panas juga masih terbatas, ditambah cadangan energi yang lebih rendah.

"Akibatnya, anak lebih cepat mengalami kelelahan, bahkan bisa mengalami hipoglikemia yang memperparah kondisi," tambahnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut